Langsung ke konten utama

Mendiamkanmu

Hai..
Sudah hampir 24 jam aku mendiamkanmu, bukan sebab apa. Bukan sebab aku ingin menjauhimu, ya kata lain memang aku ini seperti pengecut.. lari dari masalah

Tapi aku hanya lelah, menghadapi sikapmu yang tak jua bisa kubaca apalagi mengerti. Aku hanya ingin memberi waktu padamu sedikit untuk berfikir, memilih untuk melepasku atau mempertahankanku yang begini adanya.

Aku sudah berjuang kemarin, bersabar akan sikapmu yang kian berubah. Kini terserahmu ingin bagaimana lagi..

Aku tidak menyerah, hanya saja ingin memberimu peluang untuk memilih. Karena sayang, kita semua tau kalau hubungan dengan jarak jauh ini tidaklah mudah. Mengandalkan kepercayaan tanpa kejujurN itu sulit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengertilah

Aku bukan tak menghargai perasaanmu Aku ingin sendiri dan aku terlalu lelah untuk merasakan sakitnya jatuh cinta hingga dikhianati lalu patahati. Ya.. aku terlalu lelah untuk itu semua tolong biarkan aku bernafas dan pasrah akan takdir Tuhan biarkan aku menari dalam doa2ku dan biarkan hanya Tuhan yang mengetahui perasaanku. Sejauh ini biarkan aku memilih jalanku tolong jangan menguntitku jangan mengikutiku, aku bukanlah penjahat atau tawananmu biarkan aku melihat langit tanpa awan mendung disana biarkan aku berlari dan bangkit jika terjatuh biarkan aku terbang bebas menghindari badai disana cukup lihat aku dari kejauhan cukup balas rinduku lewat doamu jangan ikat aku lagi.. jangan.. jangan .. aku hanya ingin berbakti pada kedua orangtuaku tanpa membantah dan melawan mereka aku hanya ingin lebih mencintai ALLAH sebelum mencintai hamba-Nya yang lain Tenang, aku takkan menjahatimu, aku takkan melupakanmu bagaimanapun juga kau adalah kenanganku yang mungkin jika Al...

Lelah dan Bertahan

Sudah pukul berapa aku masih mendengarkan lagu yang menyayat hati? Harusnya aku sudah memejamkan mataku dan beristirahat untuk kerja esok hari. Teringat tahun lalu saat aku melepaskan orang yang aku tangisi, pernah aku cintai. Rasa itu amat menyakitkan bila diingat. Berjua pun belum pernah tapi sudah sebegitunya menyayangi, hingga harus dilepas juga.  Perasaan bersalah terhadap hati sendiri tak kunjung terhenti, aku merasa diri ini tak pantas memiliki tambatan hati dan bahagia, tak pantas diperjuangkan sebegitu seriusnya. Hingga berkali-kali tersakiti dan dikhianati. Namun selang beberapa detik, aku faham bahwa semua anggapanku salah.  Aku tak pernah berdoa pada Tuhan untuk segera ditemukan sosok yang mampu menggantikan posisinya, aku hanya berdoa segeralah Tuhan sembuhkan lukaku kala itu. Namun caraNya memang tak bisa ku baca, dengan salah satu hambaNya dibantu aku menyembuhkan lukaku. Payahnya memang aku tak sulit merasa jatuh cinta, dan tak dipungkiri aku juga ternyata tak ...

Hadirmu

Sudah tidak baru lagi akan kehadiranmu.. Sejak sebulan yang lalu tepatnya, kamu betul-betul sudah mengambil hatiku. Dan aku berharap tidak ada niatmu mengembalikannya. Jujur aku lelah, mengulang dari awal segala kisah percintaan. Mengenal dan memahami lagi... Bertengkar lalu berpisah. Aku sudah lelah dengan fase seperti itu. Dan bisakah kali ini berbeda? Ya.. denganmu. Tapi kenapa baru sebentar, hatiku seperti sakit teriris oleh sikapmu? Sikap yang baru saja kau tunjukkan kepadaku? Itu sikap aslimu atau hanya aku yang terlalu sensitif? Apa aku yang salah untuk menginginkan kamu untuk memahami aku?. Maaf aku terlalu secepat ini untuk menyayangimu.