Langsung ke konten utama

Luka yang kucintai

Kenapa untuk rindu saja sangat menyiksa?
Kenapa untuk menyayangi saja perlu banyak dusta?
Aku tak tau letak kesalahannya disebelah mana,
Kali ini pada siapa aku akan bertanya?
Tentang segala perasaan yang patut dipertahankan
Atau segala sakit yang perlu dirasakan?

Pada siapa aku bertanya?
Apakah aku akan siap terus begini?
Mencintai ketidakpastian?
Seolah menggenggam angin yang tak terlihat, namun dapat dirasa
Angin yang tak berwarna, namun amat menyejukkan

Bolehkah aku mencintaimu sepenuh hatiku?
Dan kamu membalas itu sesuai apa mauku?
Ya aku tau ini egois
Padahal aku pernah berkata pada temanku
Bahwa dalam hal mencintai, kita tak boleh setitikpun egois
Mencintai hak kita, begitupula dalam hal ia mau membalas atau tidak

Semua punya hak masing-masing dalam dirinya apalagi hatinya
Semua punya porsi masing2, mencintai atau dicintai.
Disakiti atau menyakiti.

Aku ingin bertanya lagi,
Kapan perih ini usai?
Bisakah aku terus bertahan?
Mencintai luka ini...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengertilah

Aku bukan tak menghargai perasaanmu Aku ingin sendiri dan aku terlalu lelah untuk merasakan sakitnya jatuh cinta hingga dikhianati lalu patahati. Ya.. aku terlalu lelah untuk itu semua tolong biarkan aku bernafas dan pasrah akan takdir Tuhan biarkan aku menari dalam doa2ku dan biarkan hanya Tuhan yang mengetahui perasaanku. Sejauh ini biarkan aku memilih jalanku tolong jangan menguntitku jangan mengikutiku, aku bukanlah penjahat atau tawananmu biarkan aku melihat langit tanpa awan mendung disana biarkan aku berlari dan bangkit jika terjatuh biarkan aku terbang bebas menghindari badai disana cukup lihat aku dari kejauhan cukup balas rinduku lewat doamu jangan ikat aku lagi.. jangan.. jangan .. aku hanya ingin berbakti pada kedua orangtuaku tanpa membantah dan melawan mereka aku hanya ingin lebih mencintai ALLAH sebelum mencintai hamba-Nya yang lain Tenang, aku takkan menjahatimu, aku takkan melupakanmu bagaimanapun juga kau adalah kenanganku yang mungkin jika Al...

Lelah dan Bertahan

Sudah pukul berapa aku masih mendengarkan lagu yang menyayat hati? Harusnya aku sudah memejamkan mataku dan beristirahat untuk kerja esok hari. Teringat tahun lalu saat aku melepaskan orang yang aku tangisi, pernah aku cintai. Rasa itu amat menyakitkan bila diingat. Berjua pun belum pernah tapi sudah sebegitunya menyayangi, hingga harus dilepas juga.  Perasaan bersalah terhadap hati sendiri tak kunjung terhenti, aku merasa diri ini tak pantas memiliki tambatan hati dan bahagia, tak pantas diperjuangkan sebegitu seriusnya. Hingga berkali-kali tersakiti dan dikhianati. Namun selang beberapa detik, aku faham bahwa semua anggapanku salah.  Aku tak pernah berdoa pada Tuhan untuk segera ditemukan sosok yang mampu menggantikan posisinya, aku hanya berdoa segeralah Tuhan sembuhkan lukaku kala itu. Namun caraNya memang tak bisa ku baca, dengan salah satu hambaNya dibantu aku menyembuhkan lukaku. Payahnya memang aku tak sulit merasa jatuh cinta, dan tak dipungkiri aku juga ternyata tak ...

Hadirmu

Sudah tidak baru lagi akan kehadiranmu.. Sejak sebulan yang lalu tepatnya, kamu betul-betul sudah mengambil hatiku. Dan aku berharap tidak ada niatmu mengembalikannya. Jujur aku lelah, mengulang dari awal segala kisah percintaan. Mengenal dan memahami lagi... Bertengkar lalu berpisah. Aku sudah lelah dengan fase seperti itu. Dan bisakah kali ini berbeda? Ya.. denganmu. Tapi kenapa baru sebentar, hatiku seperti sakit teriris oleh sikapmu? Sikap yang baru saja kau tunjukkan kepadaku? Itu sikap aslimu atau hanya aku yang terlalu sensitif? Apa aku yang salah untuk menginginkan kamu untuk memahami aku?. Maaf aku terlalu secepat ini untuk menyayangimu.